22 Mar 2011

Pasokan Dikurangi, Mitan Tembus Rp 10.000 Per Liter



PROBOLINGGO - Pasca digelindingkannya konversi minyak tanah (mitan) ke elpiji, harga mitan non-subsidi pun melambung. Sejumlah warga terpaksa membeli mitan dengan harga antara Rp 8.00-10.000 per liter.
”Terus terang mau pakai elpiji saya takut kalau meledak. Sekarang begitu lengo gas Rp 10.000 per liter saya seperti dipenthung, kelenger,” ujar Mardiana, pemilik warung nasi di Jl. Dr Saleh, Kota Probolinggo, Selasa (22/3) pagi tadi.
Dua kompor mitan yang digunakan untuk menghangatkan sayur-mayur dan menjerang air untuk membuat kopi dan teh setiap hari menyedot sedikitnya 2 liter mitan. ”Karena mitan mahal, untuk menanak nasi saya menggunakan kayu bakar,” ujar Yu Mar, panggilan akrab Mardiana.
Keluhan serupa diungkapkan Ny. Afna, warga Kel. Tisnonegaran, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo. ”Awalnya saya menggunakan lengo gas, tapi karena harganya mahal saya beralih menggunakan kayu bakar,” ujarnya.
Mahalnya mitan juga diungkapkan Ma’an, warga Desa Banjarsari, Kec. Sumberasih, Kab. Probolinggo. ”Di desa saya memang ada penjual minyak keliling, harga 1 liter Rp 8.000 dan yang 1,5 liter Rp 12.000,” ujarnya.
Penjual mitan keliling itu mengemas dagangannya dalam botol air minum bekas, ukura 1 liter dan 1,5 liter. ”Kalau di toko pengecer di Banjarsari, 1,5 minyak dijual Rp 13.000,” ujar tukang becak itu.
Harga mitan non subsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Probolinggo dipatok Rp 9.500 per liter. Mitan yang dikemas dalam jeriken plastik itu dipampang di antara minyak pelumas (oli) di stan SPBU seperti tampak di SPBU Kec. Leces, Kab. Probolinggo.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan (Koperindag) Kota Probolinggo, Edy Soetrisno mengatakan, mahalnya mitan non subsidi memang wajar. ”Soalnya mitan non subsidi harganya disesuaikan dengan minyak dunia,” ujarnya.
Karena mitan non subsidi mahal, melalui program konversi, warga disarankan menggunakan elpiji. ”Elpiji bersubsidi 3 kilogram Rp 13.000 bisa untuk 7-10 hari, sementara 1 liter mitan seharga Rp 9-10 ribu hanya cukup sehari,” ujarnya.
Edy menambahkan, sejak dua bulan lalu jatah mitan bersubsidi dikurangi sebanyak 3 tangki per hari,--setiap tangki berisi 5.000 liter. ”Kalau jatah mitan non subsidi disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.
Meski harga mitan non subsidi sesuai hukum pasar, Edy meminta agen, pangkalan, hingga pengecer tidak memainkan harga. ”Ya jangan seenaknya mematok harga, kasihan warga yang masih menggunakan mitan non subsidi,” ujarnya.
Di Kota Probolinggo sendiri, kata Edy, terdapat 5 agen mitan. Mereka menyalurkan mitannya kepada 263 pangkalan penjualan mitan. (isa, surabaya post)

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com